Direktur ANRI : “Kota Baubau Pasti Kaya Arsip”


BAUBAU--Direktur Kearsipan Daerah I – ANRI (Kantor Arsip nasional Republik Indonesia) Irwanto Eko Saputro, ST., MMSI menyatakan bila Kota Baubau sebagai warisan pusat peradaban kerajaan dan kesultanan Buton masa lalu sangat kaya dengan arsip-arsip yang bisa menjelaskan runtun dan perjalanan masa lalu Kota Baubau.

“Kota Baubau pasti kaya dengan arsip, saya belum melihatnya langsung tetapi saya memastikan itu, karena kota ini adalah warisan dari kejayaan dari sebuah peradaban. Arsip bisa menjelasakan segalanya, karenanya sejak dini kita semua harus memilahnya dengan baik,” ujar Irwanto yang juga dikenal sebagai developer aplikasi Srikandi, saat mensosialisasikan kebijakan Pemeliharaan dan Penyusutan Arsip Dinamis di Auditorium Perpustakaan Daerah Baubau, Rabu 24 Juni 2026.

Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat belakangan ini melalui kementerian kebudayaan RI gencar melakukan Repatariasi Arsip atau pengembalian arsip bersejarah termasuk naskah-naskah kuno yang tersimpan di luar negeri.

”karenanya Arsip-arsip bersejarah yang masih ada sekarang ini, baik yang ada di pemerintahan maupun diperorangan, mohon di rawat dengan baik, sebab itu kekayaan  dan cermin kemajuan peradaban. Demikian pula arsip-arsip pemerintahan agar tetap dipelihara sesuai retensi dan pengklasifikasiannya, bila tidak bisa overload dan tidak terkelola,” tandasnya.

Ia juga menyarakan agar pendokumentasian, penggunaan teknologi informasi juga menjadi bagian tak terpisahkan dari sistem pemeliharaan Arsip, sebab dewasa ini budaya paperless mulai bekerja di pemerintahan. “Ingat kita banyak memiliki arsip-arsip vital tetapi kurang paham merawatnya,” kata Irrwanto.

Sementara itu Wali Kota Baubau melalui Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, La Ode Aswad, S.Sos., M.Si dalam sambutan mengingatkan peserta sosialisasi dan dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis selama 3 hari untuk fokus menyimak dan praktik kearsipan, sebab ke depan menjadi Arsiparis akan menjelma menjadi ‘penyelamat’ kekayaan daerah.

“Ingat banyak daerah yang kalah dari gugatan hukum, karena ketidakmapuan mengarsipkan dokumen. Kantor-kantor hanya menumpuk tetapi lupa mengatur dan merawat. Jadi mulai dari sekarang pengklassifikasian, perawatan dan sistem penyimpanan juga harus menjadi perhatian,” ujar Aswad.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Baubau, Arlis, S.Pd, MM menyatakan bahwa pihaknya  menyelengarakan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis sekaligus ingin memahami metode Tata kerja Lembaga Kearsipan Daerah (LKD). “Kondisi kota masih terbatas SDM arsiparis,” tandas Arlis yang juga dikuatkan pernyataan dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. Hj. Usnia, SKM., MM yang hadir langsung di cara inui.

Dr. Hj. Usnia menyatakan apresiasinya atas kegiatan ini, karena Baubau kota pertama yang menyeleggarakannya sekaligus menghadirkan langsung direktur kearsipan ANRI.

Sosiliasasi dan Bimbingan Teknis yang baerakhir di hari Jumat besok 26 Juni 2026 menghadirkan 2 pemateri utama yakni Irwanto Eko Saputro, ST., MMSI (Direktur Kearsipan Daerah I–ANRI dan Dra. Euis Shariasih, MM. (Arsiparis Ahli Madya ANRI). (zah)

Posting Komentar

0 Komentar